iklan
Penyusunan Laporan Keuangan
Hi guys!!!!
Selamat malam!! jumpa lagi dengan kami. nah kali ini kami akan membahas
mengenai poin poin penting yang perlu diketahui dalam penyusunan laporan
keuangan. Langsung saja kita simak penjalasan berikut.
![]() |
| Penyusunan Laporan Keuangan |
Dengan
bantuan lembar kerja atau neraca lajur, penyusunan laporan laba rugi dan neraca
menjadi sangat mudah, yaitu tinggal memindahkan angka atausaldo akun laporan
laba rugi dan akun neraca dalam format sesuai tata cara penyusunan laporan
keuangan sesuai dengan PSAK 1. Kemudian dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi konfrehensif serta data
dan informasi akuntasi lainnya dapat disusun laporan perubahan equitas, laporan
arus kas, dan catatan atas laporan keuangan berdasarkan PSAK 1.
1.
Persamaan
akuntansi (accounting equation)
Persamaan akuntasi 1 : aset =
kewajiban + equitas
Persamaan akuntasi 2 : Aset
= Kewajiban Ekuitas + (Pendapatan – Beban)
2.
Tata
buku berpasangan (doble entry
boolkeeping)
Adalah suatu metode
pembukuan dalam proses akntasi yang berdasarkan pada persamaan akuntasi dan
konvensi debit dan kredit. Setiap transaksi atau kkejadian yang berdampak keuangan berdampak dengan mendebit dan
mengkredit unsur laporan keuangan
terkait (aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, atau beban) secara
berpasangan, jumlah pembukuan debit dan kredit setiap kali seimbang dalam
jumlah yang sama.
3.
Siklus
akuntasi ( accounting cycle)
Adalah suatu rangkkaian
proses auntansi, mulai dari timbulnya suatu transaksi atau kejadian, dicatat
dan diolah dalam berbagai media akuntansi sampai akhirnya tersusun laporan
keuangan.
4.
Transaksi
dan kejadian (transactions and events)
Peristiwa yang mempunyai
dampak keuangan adalah obyek akuntasi yang harus dibukukan dan dilaporkan. Transasi
adalah peristiwa keuangan yang terjadi antar dua pihak (jual beli, pinjam
meminjam, dan lain-lain).kejadian adalah peristiwa keuangan yang terjadi pada
entitas sendiri (proses produksi atau pengolahan bahan baku hingga menghasilkan
barang jadi, keuntungan atau kerugian atas saldo kas valuta asing pada suatu waktu
dan lain-lain).
5.
Ayat
jurnal (Journal entries)
Menjurnal adalah tahap
pertama dari suatu proses akuntansi, yaitu pembukuan ayat jurnal suatu
transaksi atau kejadian dalam wadah pembukuan yang paling dasar dalam jurnal
atau buku harian.
6.
Fungsi
dan peran buku besar (ledger / general letger)
Buku besar adalah kumpulan akun aktiva, kewajiban, equitas, pendapatan, dan beban, baik
berbentuk buku, kumpulan kartu, atau cetakan komputer. Fungsi dan peranan buku
besar adalah untuk menyaring dan mengklasifikasikan dampak suatu transaksi atau
kejadian pada masing- masing akun terkait. Dalam tata buku berpasangan, buku
besar adalah media pokok dalam proses akuntansi.
7.
Penyusunan
neraca percobaan (trial balance)
Langkah awal dalam penyusunan laporan keuangan adalah
menyusun laporan percobaan dari saldo setiap akun buku besar. Juga merupakan
pengecekan pertama tengtang kebenaran keseimbangan debit atau kredit proses
pembukuan yang dilakukan selama ini.
8.
Funsi
ayat journal penyesuaian (adjusting
entries)
Adalah memutahirkan pembukuan menjelang penyusunan lapran
keuangan. Pembukuan penyusutan aset tatap, penyisihan piutag tak tertagi,
pendapatan yang masih harus ditagih (accrued expense) adalah ayat juranal
penyesuaian yang lazimnya dilakukan.
9.
Fungsi
kertas kerja (worksheet)
Adalah memudahkan perhitungan danenyusunan laporan
keuangan.
10. Fungsi ayat jurnal penutup (closing entries)
Ayat jurnanl penutup perlu dilakukan setelah laporan keuangan
suatu periode usaha tersusun, untuk menutup semua akun laba rugi. Dengan demikian
perhitungan laba rugi setiap periode dapat silakukan secara akurat.
11. Fungsi ayat jurnal balik (reversing entries)
Ayat jurnal balik perlu dilakukan untuk pembukuan kembali
ayat jurnal penyesuaian tertentu, dan semata-mata merupakan masalah teknis
akuntansi.
Demikian
yang kami sampaikan mengenai beberapa penjelasan singkat, semoga bermanfaat
bagi kita semua dan saya ucapakan terimakasi atas kunjungan.
