iklan
Peran Teori Dan Evolusi Teori Administrasi - Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi: catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda, dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan. Administrasi dalam arti luas adalah seluruh proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan dengan memanfaatkan sarana prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna.A. Peran Teori Dalam Studi dan Praktik Administrasi
![]() |
| Peran Teori Dan Evolusi Teori Administrasi |
Peran teori dalam studi dan praktek administrasi publik
dalam konsep Stephen K. Bailey serta
William L.Morrow (dalam Nicholas
Henry, 1988:31) bahwa pembahasan peran teori-teori administrasi
publik/Negara sebaiknya menyangkut empat jenis/golongan teori sebagai berikut:
- Teori deskriptif, mendeskripsikan struktur bertingkat dari berbagai hububgan administrasi public dengan lingkungan kerjanya.
- Teori Normatif, teori-teori yang berisi nilai-nilai yang menjadi alternative keputusan yang seharusnya diambil oleh penyelenggara administrasi public (praktisi) dan apa yang seharusnya dikaji dan dianjurkan kepada para pelaksanan kebijakan.
- Teori Asumtif, teori yang member pemahaman yang benar tentang realitas seorang administrator, suatu teori yang tidak mengambil suatu asumsi model setan maupun moel malaikat birokrat.
- Teori Instrumen, teori-teori yang berhubungan dengan peningkatan teknik-teknik manajerial dalam rangka efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan Negara.
B. Evolusi Teori Administrasi Publik
1. Teori Administrasi Klasik
Korelasi antara kepopuleran administrasi klasik dengan
penekanannya pada efisiensi, baik pada privat dan pada sektor-sektor public
telah diilustrasikan dengan baik oleh Fredich W. Tailor dalam karyanya
Principles of Scientific Management. Kadang- kadang prinsip ini disebut
Taylorisme, ajaran Taylor atau sering juga disebut sebagai aliran manajemen
ilmiah, ajaran Taylor menekankan pada peleburan atau penyatuan sumber daya dan
tenaga kerja untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya
dengan cara yang lebih efisien.
Teori administrasi klasik juga meminjam
tulisan-tulisan intelektual asing, yaitu Sosiolog Jerman Max Weber (1864-1920)
yang tulisannya menekankan pada deskripsi yang agak preskripsi. Dimana Webber
menguraikan tiga tipe ideal kewenangan, yaitu tradisional, kharismatik dan
rasional.
2. Teori Administrasi Modern
Simon member
kesan bahwa faktor-faktor social dan psikologi social mempengaruhi sikap-sikap
pekerja, termasuk analisis deskriptif organisasinya. Pemilihan “satu cara
terbaik” untuk mengimplementasikan program akan dipertimbangkan faktor- faktor
kemanusiaan sebagai formalitas dari organisasi dan pembagian kerja.
Mushlow dan
Chris Argyris adalah ahli teori aktualisasi diri menyatakan bahwa dalam
jika orang (laki-laki) terdapat suatu hierarki kebutuhan yang mana ia mencoba
untuk memuaskannya sebgai pekerja, Di dasar piramida adalah kebutuhan fisik
dasar, sebagai kebutuhan makanan, pakaian dan tempat berteduh. Selanjutnya,
derajat kebutuhan yang lebih tinggi, ia mencari mencari persahabatan dan
kehormatan dari rekan sekerja. Selanjutnya derajat kebutuhan yang lebih atas ia
memuaskan egonya melalui prestasi kerjanya dan pengakuan sari sesame rekan
sekerjanya. Akhirnya, pada tingkat paling atas, orang mengaktualisasikan
sirinya dengan menyatukan kesuksesan dan tanggung jawab diposisinya dengan
cita-cita pribadinya.
Demikianlah materi seputar Peran Teori Dan Evolusi Teori Administrasi dan jangan lupa juga untuk menyimak materi tentang Pengertian, Pembagian dan Unsur-unsur dalam Administrasi.
