iklan
Komponen Neraca (Balance Sheet) - Laporan Posisi Keuangan / Neraca
merupakan laporan tentang posisi keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu.
Oleh karena itu, neraca sering disebut sebagai potret dari posisi keuangan
perusahaan, karena kondisi keuangan yang disajikan pada neraca tersebut hanya
terjadi pada tanggal tertentu, yaitu tanggal penyusunan neraca. Di luar tanggal penyusunan neraca, kondisi
keuangan tersebut bisa berubah.
![]() |
| Komponen Neraca (Balance Sheet) |
Secara umum, neraca dan laporan
keuangan lainnya memiliki 2 (dua) bagian. Bagian pertama adalah kepala (heading) atau judul neraca yaitu
keterangan singkat yang ditulis di bagian atas dari neraca. Judul neraca
berisi: Nama perusahaan (pemilik neraca), kata Laporan Posisi
Keuangan / neraca, dan tanggal neraca. Bagian kedua adalah batang tubuh neraca, berisi muatan informasi
yang perlu disajikan.
Batang tubuh neraca dapat
disusun dalam bentuk skontro atau
stafel. Neraca yang berbentuk skontro biasanya disebut rekening huruf T atau
bentuk horizontal, memiliki sisi debet yang lasim disebut aktiva dan sisi
kredit yang lasim disebut pasiva. Jika suatu neraca disusun dalam bentuk stafel
sering disebut bentuk vertikal atau laporan, maka tidak ada sisi debet dan sisi
kredit. Susunan aktiva dan pasiva di atur berurutan dari atas ke bawah.
Posisi
keuangan tersebut ditunjukkan oleh besaran aktiva, kewajiban, dan modal suatu
perusahaan.
1) Aktiva
(Assets)
Sumber daya ekonomi yang dikuasai oleh
perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat
ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan disebut asset,
aktiva, atau harta. Di neraca, aktiva disajikan di sebelah Debet jika neraca
tersebut berbentuk skontro, atau di atas (mendahului penyajian pasiva) jika
berbentuk stafel. Penyajiannya di dalam neraca, aktiva dikelompokkan menjadi 3
(tiga) kelompok, yaitu aktiva lancar, aktiva investasi jangka panjang, aktiva tetap dan aktiva lain-lain.
(a) Aktiva Lancar (current assets)
Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat diuangkan
atau dapat dijadikan uang dalam jangka pendek (dalam satu siklus akuntansi). Suatu aktiva diklasifikasikan sebagai aktiva lancar jika
aktiva tersebut memenuhi persyaratan berikut:
(1) diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk
dijual atau digunakan dalam jangka waktu siklus operasi normal perusahaan; atau
(2) dimiliki untuk diperdagangkan atau untuk tujuan
jangka pendek dan diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu 12 bulan dari
tanggal neraca; atau
(3) berupa kas atau setara
kas yang penggunaannya tidak dibatasi.
Contoh
dari aktiva lancar adalah kas, piutang usaha, persediaan barang dagangan,
supplies, asuransi dibayar dimuka, dan sebagainya. Penyusunannya di dalam neraca
diatur menurut urut-urutan tingkat likuiditasnya. Artinya,
aktiva lancar yang paling likuid dicantumkan paling atas, disusul dengan
pos-pos lainnya yang kurang likuid.
(b) Investasi jangka panjang (long term investment)
Perusahaan yang memiliki dana cukup besar
dan tidak segera digunakan, maka akan menanamkannya pada perusahaan lain, dalam
bentuk pembelian surat-surat berharga (saham atau obligasi) atau bentuk
lainnya. Jika perusahaan mempertahankan kepemilikan tersebut dalam jangka panjang, maka aktiva ini disebut
investasi jangka panjang. Tujuan dari investasi ini adalah memanfaatkan dana
perusahaan yang tidak/belum dipergunakan dengan harapan dapat memperoleh
keuntungan, baik berupa capital gain (kenaikan nilai investasi) maupun dividen
(bagian keuntungan) atau bunga.
Kepemilikan surat-surat berharga ini direncanakan dalam jangka waktu panjang.
Kalau kepemilikan surat berharga direncanakan dalam jangka pendek
(diperjualbelikan) maka investasi jenis ini termasuk aktiva lancar.
c. Aktiva Tetap (Fixed Assets)
Aktiva tetap adalah berbagai jenis
aktiva yang dapat digunakan lebih dari satu periode operasi perusahaan. Aktiva
tetap dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu aktiva tetap berwujud dan
aktiva tetap tidak berwujud. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva yang memiliki
wujud fisik tertentu sehingga dapat diamati. Contoh dari aktiva tetap berwujud
adalah tanah, gedung, peralatan (equipment), kendaraan dan sebagainya.
d. Aktiva Tidak
Berwujud (intangible assets), Sedangkan aktiva tak berwujud adalah aktiva yang tidak memiliki wujud fisik, tetapi
memiliki nilai ekonomis. Contoh
aktiva tetap tidak berwujud adalah goodwill, hak patent, merek dagang, dan
sebagainya.
2) Kewajiban (liabilities)
Kewajiban
atau hutang (liabilities) adalah
pengorbanan manfaat ekonomis di masa yang akan datang sebagai akibat dari
transaksi masa lalu. Kewajiban ini dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu
hutang lancar (hutang jangka pendek) dan hutang jangka panjang. Pengklasifikasian
jangka pendek dan jangka panjang didasarkan pada jangka waktu pelunasannya.
Jika pelunasan hutang yang dimaksud adalah satu tahun atau dalam satu periode
siklus operasi perusahaan mana yang lebih panjang, dari tanggal neraca maka
akan dikelompokkan dalam hutang jangka pendek. Sebaliknya, jika tidak memenuhi
kreteria tersebut dikelompokkan ke dalam hutang jangka panjang. Contoh hutang lancar adalah: hutang usaha (account payable), hutang wesel (notes payable), hutang pajak (Taxes payable), hutang biaya, dan
sebagainya. Contoh hutang jangka panjang adalah: hipotik dan hutang obligasi.
3) Modal
Pemilik (owner’s equity)
Modal
pemilik adalah hak atau klaim pemilik atas aktiva yang dimiliki perusahaan atau
organisasi bisnis. Pada perusahaan perseorangan, modal pemilik ditunjukkan
oleh satu akun modal. Pada perusahaan persekutuan (firma atau komanditer) modal
pemilik ditunjukkan oleh dua atau lebih akun modal. Sedangkan pada perusahaan
bentuk perseroan maka modal pemilik ditunjukkan oleh akun modal saham (capital stocks), saldo laba (retained earning), agio/disagio saham
dan sebagainya.
Ingatlah
kembali bahwa penyajian komponen-komponen neraca tersebut secara umum ada dua
macam, yaitu: bentuk rekening huruf T atau bentuk horisontal dan bentuk laporan
atau bentuk vertikal. Contoh penyusunan neraca bentuk skontro tampak sebagai berikut:
Contoh: Neraca Bentuk T (Skontro)
|
PT. Arumba Jaya
|
|||||
|
Neraca
|
|||||
|
Per 31 Januari 2007
|
|||||
|
|
|
|
|
|
|
|
Aktiva
Lancar
|
|
|
Hutang
Lancar
|
|
|
|
Kas
|
Rp
|
1.667.500
|
Hutang Usaha
|
Rp
|
500.000
|
|
Piutang Usaha
|
Rp
|
150.000
|
Hutang Wesel
|
Rp
|
750.000
|
|
Perlengkapan/Supplies
|
Rp
|
200.000
|
Jumlah Hutang
|
Rp
|
1.250.000
|
|
Jumlah Aktiva Lancar
|
Rp
|
2.017.500
|
|
|
|
|
Aktiva
Tetap
|
|
|
Modal
|
Rp
|
1.567.500
|
|
Peralatan
|
Rp
|
800.000
|
|
Rp
|
|
|
Jumlah aktiva
|
Rp
|
2.817.500
|
Jumlah Pasiva
|
Rp
|
2.817.500
|
Contoh: Neraca Bentuk stafel :
|
PT Arumba Jaya
|
||
|
Neraca
|
||
|
Per 31 Januari 2007
|
||
|
Aktiva
Lancar
|
|
|
|
Kas
|
Rp
|
1.667.500,00
|
|
Piutang Usaha
|
Rp
|
150.000,00
|
|
Perlengkapan/Supplies
|
Rp
|
200.000,00
|
|
Jumlah Aktiva Lancar
|
Rp
|
2.017.500,00
|
|
Aktiva
Tetap
|
|
|
|
Peralatan
|
Rp
|
800.000,00
|
|
Jumlah aktiva
|
Rp
|
2.817.500,00
|
|
|
|
|
|
Hutang
Lancar
|
|
|
|
Hutang Usaha
|
Rp
|
500.000,00
|
|
Hutang Wesel
|
Rp
|
750.000,00
|
|
Jumlah Hutang Lancar
|
Rp
|
1.250.000,00
|
|
|
|
|
|
Modal
|
Rp
|
1.567.500,00
|
|
|
|
|
|
Jumlah
Pasiva
|
Rp
|
2.817.500,00
|
Demikianlah materi tentang Komponen Neraca (Balance Sheet) dan jangan lupa juga untuk menyimak materi tentang Komponen Laporan Keuangan.
