iklan
Kode Administrasi Surat Menyurat - Urusan surat menyurat
(ketatausahaan) adalah suatu bagian yang penting dari pekerjaan administrasi
kesekretariatan. Surat pada hakekatnya adalah bentuk penuangan ide atau
kehendak seseorang dalam bentuk tulisan. Secara terperinci, dikatakan
pengertian surat sebagai berikut:
![]() |
| Kode Administrasi Surat Menyurat |
- Bentuk
pernyataan kehendak seseorang kepada orang lain melalui tulisan.
- Suatu
media pencurahan perasaan, kehendak, pikiran,dan tujuan seseorang untuk
dapat diketahui orang lain.
- Merupakan
suatu bentuk gambaran tentang suatu peristiwa atau keadaan yang dituangkan
dalam bentuk tulisan.
Dengan demikian surat merupakan
jembatan pengertian dan alat komunikasi bagi seseorang dengan orang lain.
Karena sifatnya yang demikian, maka surat-surat harus disusun secara singkat
dan padat tetapi jelas dan tegas. Bahasa yang dipakai haruslah mudah
dimengerti, sederhana, dan teratur.
Penulis surat harus memikirkan terlebih dahulu dengan sungguh-sungguh apa yang akan ditulis serta menyadari kepada siapa tulisan itu ditujukan. Karena melalui surat itu berarti penulis telah mengantarkan dan membawa idenya kepada orang lain.
Dalam menyelenggarakan tata cara penomoran surat menyurat dimaksudkan terwujudnya keseragaman dan tata tertib administrasi surat menyurat dan kearsifan dalam suatu organisasi atau instansi.
Penulis surat harus memikirkan terlebih dahulu dengan sungguh-sungguh apa yang akan ditulis serta menyadari kepada siapa tulisan itu ditujukan. Karena melalui surat itu berarti penulis telah mengantarkan dan membawa idenya kepada orang lain.
Dalam menyelenggarakan tata cara penomoran surat menyurat dimaksudkan terwujudnya keseragaman dan tata tertib administrasi surat menyurat dan kearsifan dalam suatu organisasi atau instansi.
Bebarapa hal tentang Surat
Kop surat dan kepala surat
Kepala surat di cetak di tengah bagian
atas kop.
Kepala surat memuat :
Kepala surat memuat :
- Gambar/
lambang, dibagian kiri atas kop surat
- Kepanjangan
dari nama instansi /organisasi, Nama dipaling atas dari kepala surat dan
seluruhnya menggunakan huruf kapital dan warna huruf hitam tebal
- Memberikan
keterangan Zona, dicetak dibagian bawah Zona, dan seluruhnya menggunakan
huruf kapital dengan menggunakan huruf hitam tebal
- Alamat
kesekertarian, memuat; nama dan wilayah instansi/organisasi, kode pos,
nomor telepon atau email, alamat dicetak di bawah zona dan dengan ukuran
huruf lebih kecil dan warna huruf hitam tebal
.
NOMOR DAN KODE SURAT
NOMOR DAN KODE SURAT
- Penomoran
ditulis pada satu baris yang memuat: nomor surat, kode surat, kode
instansi, kode bulan dan kode tahun kalender.
- Nomor
surat menggunakan tiga digit, mulai dari nomor urut 001, masa berlaku
nomor surat adalah satu periode. Dihitung mulai dari masa bakti
kepengurusan organisasi/instansi masing-masing.
- Kode
surat dapat berupa singkatan dari kode acara yang akan dilaksanakan atau
kode surat yang sesungguhnya.
.
KODE SURAT
1.
Kode surat terdiri dari :
|
a.
|
Surat
Keputusan
|
=
SKep
|
|
b.
|
Surat
Keterangan
|
=
SKet
|
|
c.
|
Surat
Edaran
|
=
SEd
|
|
d.
|
Surat
Tugas
|
= ST
|
|
e.
|
Surat
Kuasa
|
= SK
|
|
f.
|
Surat
Peringatan
|
= SP
|
|
g.
|
Surat
Ijin Kegiatan
|
=
SIK
|
|
h.
|
Surat
Perjanjian
|
=
SPn
|
|
i.
|
Surat
Undangan
|
=
Und
|
|
j.
|
Memorandum
|
=
Mem
|
|
k.
|
Nota
Dinas
|
= Nd
|
|
l.
|
Pengumuman
|
=
Peng
|
|
m.
|
Surat
Ketetapan
|
=
STap
|
|
n.
|
Surat
Perintah
|
=
SPer
|
|
o.
|
Surat
Lain – lain
|
= L
|
2.
Kode surat yang merupakan contoh sebagai singkatan dari acara yang akan
dilaksanakan
|
a.
|
Konferensi
Zona
|
= KZ
|
|
b.
|
Seminar
Umum
|
= SU
|
|
c.
|
Seminar
Teknologi
|
= ST
|
3.
Kode Bulan ditulis dengan menggunakan hurup Romawi dari bulan Januari sampai
dengan Desember yaitu dengan kode I – XII
4.
Tahun Kalender ditulis lengkap dan tidak boleh di singkat
PENANDATANGANAN SURAT DAN STEMPEL
SURAT
1.
Surat-surat penting yang menyangkut organiasasi/instansi seperti:
Pembentukan kepanitiaan, laporan kegiatan, permohonan izin, dan surat-surat harus di tanda tangani oleh Pimpinan yang berwenang.
Dalam hal Pimpinan berhalangan, penanda tanganan dapat dilakukan oleh struktur yang ada di bawahnya tetapi sudah ada dibawah persetujuan dari pimpinan terlebih dahulu, dengan penambahan simbol Atas Nama di atas tanda tangan.
Pembentukan kepanitiaan, laporan kegiatan, permohonan izin, dan surat-surat harus di tanda tangani oleh Pimpinan yang berwenang.
Dalam hal Pimpinan berhalangan, penanda tanganan dapat dilakukan oleh struktur yang ada di bawahnya tetapi sudah ada dibawah persetujuan dari pimpinan terlebih dahulu, dengan penambahan simbol Atas Nama di atas tanda tangan.
Surat-surat yang ditandatangani
ditempatkan di sudut kanan bawah setelah kata penutup surat.
- Surat-surat
organisasi yang sudah ditandatangani baru dianggap sah apabila
dibubuhi stempel surat.
- Stempel
surat adalah stempel resmi instansi/organisasi yang bentuk serta
susunan telah ditentukan.
- Surat-surat
yang hanya ditandatangani oleh Pimpinan dibubuhkan stempel dengan posisi
disebelah kiri tanda tangan dan harus mengenai tanda tangan tersebut,
tetapi tidak boleh menutupinya.
AGENDA SURAT DAN ARSIP SURAT
Semua surat masuk atau surat keluar,
harus dicatat di buku agenda.
Buku agenda surat setidak–tidaknya berisi kolom catatan : nomor urut, tanggal surat, kode surat, alamat dan tujuan serta perihal surat.
Buku agenda surat setidak–tidaknya berisi kolom catatan : nomor urut, tanggal surat, kode surat, alamat dan tujuan serta perihal surat.
1. Klasifikasi surat dilihat
dari sifatnya, terdiri dari :
- Sangat
rahasia : artinya surat yang hanya boleh diketahui oleh pihak
yang berkepentingan dan jika di ketahui oleh pihak
lain akan mengancam suatu instansi/organisasi.
- Rahasia/terbatas
: artinya surat yang hanya boleh diketahui
oleh pihak yang berkepentingan dan jika di ketahui oleh pihak
lain tidak akan mengancam suatu instansi/organisasi.
- Biasa
: artinya surat yang boleh diketahui
oleh pihak yang tidak berkepentingan dan
tidak mengancam kelembagaan.
2.
Klasifikasi surat dilihat dari pengirimannya, terdiri dari :
- Kilat,
artinya surat tersebut dikirim seketika setelah surat selesai dibuat dan
harus sampai dialamat hari itu juga.
- Segera,
artinya surat tersebut harus dikirim menurut urutan diterima sekretariat
dan dikirim menurut jadwal kurir.
- Kilat/Pos,
artinya surat tersebut harus dikirim per pos dengan perangko kilat.
- Kilat
Khusus/Pos, artinya surat tersebut harus dikirim per pos dengan
perangko kilat khusus.
Tanda klasifikasi surat harus
dicantumkan dengan membutuhkan stempel sangat rahasia atau
rahasia dan seterusnya pada amplop, dan lembar surat pada surat pengantarnya.
Kode surat merupakan alat untuk mengenali masalah yang dikandung dalam arsip, dan disamping itu juga sebagai alat penentu, dimana letak arsip itu dalam urutan hubungan masalahnya pada susunan seluruh arsip dalam simpanan.
Kode ini juga menunjukkan adanya urutan sistimatis dari masalah-masalah arsip dan kartu kendali dalam file.
rahasia dan seterusnya pada amplop, dan lembar surat pada surat pengantarnya.
Kode surat merupakan alat untuk mengenali masalah yang dikandung dalam arsip, dan disamping itu juga sebagai alat penentu, dimana letak arsip itu dalam urutan hubungan masalahnya pada susunan seluruh arsip dalam simpanan.
Kode ini juga menunjukkan adanya urutan sistimatis dari masalah-masalah arsip dan kartu kendali dalam file.
Di bawah merupakan contoh beberapa
kode surat, dikarenakan penomoran surat dimulai dari 000 s/d 900 maka penulis
di sini mengkhususkan kode nomor surat untuk wilayah instansi Pendidikan.
|
000
|
UMUM
|
|
001
|
Lambang
|
|
002
|
Tanda Kehormatan/Penghargaan untuk pegawailihat 861.1
|
|
003
|
Hari Raya/Besar
|
|
004
|
Ucapan
|
|
005
|
Undangan
|
|
020
|
PERALATAN
|
|
040
|
PERPUSTAKAAN Dokumentasi / Kearsipan / Sandi
|
|
042
|
Dokumentasi
|
|
045
|
Kearsipan
|
|
060
|
ORGANISASI / KETATALAKSANAAN
|
|
090
|
PERJALANAN DINAS
|
|
230
|
ORGANISASI PROFESI DAN FUNGSIONAL
|
|
232
|
Persatuan Guru Republik Indonesia
|
|
236
|
Korps Pegawai Republik Indonesia
|
|
239
|
Organisasi Profesi Dan Fungsional Lainnya
|
|
240
|
ORGANISASI PEMUDA
|
|
410
|
PEMBANGUNAN DESA
|
|
411
|
Pembinaan Usaha Gotong Royong
|
|
.14
|
Pungutan
|
|
.2
|
Lembaga Sosial Desa (LSD)
|
|
.32
|
Kuliah Kerja Nyata (KKN)
|
|
.33
|
Pusat Latihan
|
|
.34
|
Kursus-Kursus
|
|
.35
|
Kurikulum / Sylabus
|
|
.36
|
Ketrampilan
|
|
.37
|
Pramuka
|
|
.4
|
Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
|
|
.25
|
Petunjuk / Pembinaan Pelaksanaan
|
|
.3
|
Koperasi Desa
|
|
.32
|
Koperasi Usaha Desa
|
|
420
|
PENDIDIKAN
|
|
.1
|
Pendidikan Khusus Klasifikasi disini Pendidikan Putra/I Irja
|
|
421
|
Sekolah
|
|
.1
|
Pra Sekolah
|
|
.2
|
Sekolah Dasar
|
|
.3
|
Sekolah Menengah
|
|
.4
|
Sekolah Tinggi
|
|
.5
|
Sekolah Kejuruan
|
|
.6
|
Kegiatan Sekolah, Dies Natalis Lustrum
|
|
.7
|
Kegiatan Pelajar
|
|
.71
|
Reuni Darmawisata
|
|
.72
|
Pelajar Teladan
|
|
.73
|
Resimen Mahasiswa
|
|
.8
|
Sekolah Pendidikan Luar Biasa
|
|
.9
|
PLS / Pemberantasan Buta Huruf
|
|
422
|
Administrasi Sekolah
|
|
.1
|
Persyaratan Masuk Sekolah, Testing, Ujian,Pendaftaran, Mapras, peloncoan
|
|
.2
|
Tahun Pelajaran
|
|
.3
|
Hari Libur
|
|
.4
|
Uang Sekolah, Klasifikasi Disini SPP
|
|
.5
|
Beasiswa
|
|
423
|
Metode Belajar
|
|
.1
|
Kuliah
|
|
.2
|
Ceramah, Simposium
|
|
.3
|
Diskusi
|
|
.4
|
Kuliah Lapangan, Widyawisata, KKN, Studi Tur
|
|
.5
|
Kurikulum
|
|
.6
|
Karya Tulis
|
|
.7
|
Ujian
|
|
424
|
Tenaga Pengajar, Guru, Dosen, Dekan, Rektor
|
|
Klasifikasi Disini: Guru Teladan
|
|
|
425
|
Sarana Pendidikan
|
|
.1
|
Gedung
|
|
.11
|
Gedung Sekolah
|
|
.12
|
Kampus
|
|
.13
|
Pusat Kegiatan Mahasiswa
|
|
.2
|
Buku
|
|
.3
|
Perlengkapan Sekolah
|
|
426
|
Keolahragaan
|
|
.1
|
Cabang Olah Raga
|
|
.2
|
Sarana
|
|
.21
|
Gedung Olah Raga
|
|
.22
|
Stadion
|
|
.23
|
Lapangan
|
|
.24
|
Kolam renang
|
|
.3
|
Pesta Olah Raga, Klasifikasi nya: PON, Porsade, Olimpiade,
|
|
.4
|
KONI
|
|
427
|
Kepramukaan Meliputi: Organisasi dan Kegiatan Remaja
|
|
Klasifikasi Disini: Gelanggang Remaja
|
|
|
428
|
Kepramukaan
|
|
429
|
Pendidikan Kedinasan Untuk Depdagri, Lihat 890
|
|
430
|
KEBUDAYAAN
|
|
431
|
Kesenian
|
|
.1
|
Cabang Kesenian
|
|
.2
|
Sarana
|
|
.21
|
Gedung Kesenian
|
|
432
|
Kepurbakalaan
|
|
433
|
Sejarah
|
|
434
|
Bahasa
|
|
435
|
Usaha Pertunjukan, Hiburan, Kesenangan
|
|
440
|
KESEHATAN
|
|
441
|
Pembinaan Kesehatan
|
|
442
|
Obat-obatan
|
|
443
|
Penyakit Menular
|
|
444
|
Gizi
|
|
445
|
Rumah Sakit, Balai Kesehatan, PUSKESMAS,PUSKESMAS Keliling, Poliklinik
|
|
446
|
Tenaga Medis
|
|
448
|
Pengobatan Tadisional
|
|
450
|
AGAMA
|
|
451
|
Islam
|
|
.1
|
Peribadatan
|
|
.11
|
Sholat
|
|
.12
|
Zakat Fitrah
|
|
.13
|
Puasa
|
|
.14
|
MTQ
|
|
.2
|
Rumah Ibadah
|
|
.3
|
Tokoh Agama
|
|
.4
|
Pendidikan
|
|
.41
|
Tinggi
|
|
42
|
Menengah
|
|
.43
|
Dasar
|
|
.44
|
Pondok Pesantren
|
|
.45
|
Gedung Sekolah
|
|
.46
|
Tenaga Pengajar
|
|
.47
|
Buku
|
|
.48
|
Dakwah
|
|
.49
|
Organisasi / Lembaga Pendidikan
|
|
.5
|
Harta Agama Wakaf, Baitulmal, dsb
|
|
.6
|
Peradilan
|
|
.7
|
Organisasi Keagamaan Bukan Politik Majelis Ulama
|
|
.8
|
Mazhab
|
|
456
|
Urusan Haji
|
|
.1
|
ONH
|
|
.2
|
Manasik
|
|
560
|
TENAGA KERJA
|
|
.1
|
Pengangguran
|
|
561
|
Upah
|
|
562
|
Penempatan Tenaka Kerja, TKI
|
|
563
|
Latihan Kerja
|
|
564
|
Tenaga Kerja
|
|
800
|
KEPEGAWAIAN
|
|
810
|
PENGADAAN
|
|
820
|
MUTASI
|
|
822
|
Kenaikan
Gaji Berkala
|
|
823
|
Kenaikan
Pangkat / Pengangkatan
|
|
824
|
Pemindahan
/ Pelimpahan / Perbantuan
|
|
825
|
Datasering
dan Penempatan Kembali
|
|
826
|
Penunjukan
Tugas Belajar
|
|
828
|
Mutasi
Dengan Instansi Lain
|
|
830
|
KEDUDUKAN
|
|
Meliputi:
Perhitungan Masa Kerja, Penyesuaian Pangkat/
Gaji, Penghargaan Ijasah, Dan
Jenjang Pangkat
|
|
|
831
|
Perhitungan
Masa Kerja
|
|
832
|
Penyesuaian
Pangkat / Gaji
|
|
833
|
Penghargaan
Ijazah / Penyesuaian
|
|
834
|
Jenjang
Pangkat / Eselonering
|
|
840
|
KESEJAHTERAAN
PEGAWAI
|
|
Meliputi:
Tunjangan, Dana, Perawatan Kesehatan, Koperasi, Distribusi, Permahan/Tanah,
Bantuan Sosial, Rekreasi Dan
Dispensasi.
|
|
|
841
|
Tunjangan
|
|
.1
|
Jabatan
|
|
.2
|
Kehormatan
|
|
.3
|
Kematian/Uang
Duka
|
|
.4
|
Tunjangan
Hari Raya
|
|
.5
|
Perjalanan
Dinas Tetap/Cuti/Pindah
|
|
.6
|
Keluarga
|
|
.7
|
Sandang,
Pangan, Papan (Bapertarum)
|
|
842
|
Dana
|
|
.1
|
Taspen
|
|
.2
|
Kesehatan
|
|
. 3
|
Asuransi
|
|
843
|
Perawatan
Kesehatan
|
|
844
|
Istribusi
|
|
845
|
Perumahan/Tanah
|
|
846
|
Bantuan
Sosial
|
|
850
|
CUTI
Meliputi Cuti Tahunan, Cuti Besar, Cuti Sakit, Cuti Hamil, Cuti Naik Haji,
Cuti
|
|
Diluar
Tanggungan Negara Dan Cuti Alasan Lain
|
|
|
860
|
PENILAIAN
|
|
861
|
Penghargaan
|
|
.1
|
Bintang/Satyalencana
|
|
.2
|
Kenaikan
Pangkat Anumerta
|
|
.3
|
Kenaikan
Gaji Istimewa
|
|
.4
|
Hadiah
Berupa Uang
|
|
.5
|
Pegawai
Teladan
|
|
862
|
Hukuman
|
|
863
|
Konduite,
DP3, Disiplin Pegawai
|
|
864
|
Ujian
Dinas
|
|
865
|
Penilaian
Kehidupan Pegawai Negeri
|
|
Meliputi:
Petunjuk Pelaksanaan Hidup Sederhana, Penilaian Kekayaan Pribadi (LP2P)
|
|
|
870
|
TATA
USAHA KEPEGAWAIAN
|
|
871
|
Formasi
|
|
872
|
Bezetting/Daftar
Urut Kepegawaian
|
|
873
|
Registrasi
|
|
.1
|
NIP
|
|
.2
|
KARPEG
|
|
.3
|
Legitiminasi/Tanda
Pengenal
|
|
.4
|
Daftar
Keluarga, Perkawinan, Perceraian, Karis, Karsu
|
|
874
|
Daftar
Riwayat Pekerjaan
|
|
875
|
Kewenangan
Mutasi Pegawai
|
|
876
|
Penggajian
|
|
.1
|
SKPP
|
|
877
|
Sumpah/Janji
|
|
878
|
Korps
Pegawai
|
|
880
|
PEMBERHENTIAN
PEGAWAI
|
|
Pemberhentian,Permintaan
Sendiri, Dengan Hak Pensiun, Karena
|
|
|
Meninggal
Dunia, Alasan Lain, Dengan Diberi Uang Pesangon, Uang Tunggu Untuk
|
|
|
Sementara
Waktu Dan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat
|
|
|
881
|
Permintaan
Sendiri
|
|
882
|
Dengan
Hak Pensiun
|
|
883
|
Karena
Meninggal
|
|
884
|
Alasan
Lain
|
|
885
|
Uang
Pesangon
|
|
886
|
Uang
Tunggu
|
|
887
|
Untuk
Sementara Waktu
|
|
888
|
Tidak
Dengan Hormat
|
|
890
|
PENDIDIKAN
PEGAWAI
|
|
Meliputi:
Perencanaan, Pendidikan Reguler, Pendidikan Non-Reguler, Pendidikan Ke Luar
Negeri,
Metode, Tenaga Pengajar,
Administrasi Pendidikan, Fasilitas Sarana Pendidikan
|
|
|
891
|
Perencanaan
|
|
892
|
Pendidikan
_Egular / Kader
|
|
893
|
Pendidikan
dan Pelatihan / Non Reguler
|
|
894
|
Pendidikan
Luar Negeri
|
|
895
|
Metode
|
|
896
|
Tenaga
Pengajar / Widyaiswara/Narasumber
|
|
897
|
Administrasi
Pendidikan
|
|
898
|
Fasilitas
Belajar
|
|
899
|
Sarana
|
|
900
|
KEUANGAN
|
|
910
|
ANGGARAN
|
|
920
|
OTORISASI
/ SKO
|
|
930
|
VERIFIKASI
|
|
940
|
PEMBUKUAN
|
|
950
|
PERBENDAHARAAN
|
|
960
|
PEMBINAAN
KEBENDAHARAAN
|
|
961
|
Pemeriksaan
Kas Dan Hasil Pemeriksaan Kas
|
|
970
|
PENDAPATAN
|
|
990
|
BENDAHARAWAN
|
