iklan
Pengertian dan contoh Saham Treasury dan Saham Preferen - Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk 'menjual' kepentingan dalam bisnis - saham (efek ekuitas) - dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi.Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market).
Pengertian Saham Treasury
Saham treasury adalah saham perusahaan yang dibeli
kembali dari peredaran untuk sementara waktu dengan maksud untuk dijual
kembali. Pembelian kembali saham yang beredar sebagai treasurystock dapat
dilakukan untuk tujuan berikut :
a.
Untuk menaikkan harga pasar saham
b.
Saham akan dijual kembali kepada karyawan perusahaan
c.
Saham akan dibagikan sebagai deviden
d.
Saham akan ditukarkan dengan surat-surat berharga lain.
![]() |
| Treasury Stock |
Jika saham treasury dijual kembali
dengan harga diatasharga perolehan, kelebihan tersebut dikreditkan ke rekening
mosal disetor dari saham treasury. Jika sahamtreasury dijual kembali dengan
harga dibawah harga perolehan selisihnya pertama kali diperlakuka sebagai
pengurang modal disetor dari saham treasury yang timbul dari transaksi
penjualan kembali saham treasury sebelumnya. Jika saldo rekening modal disetor
dari saham treasuri tisak mencukupi, selebihnya dicatat sebagai pengurang laba
ditahan.
Ø
Jurnal
1.Jurnal pada
saat penjualan saham
Kas (D) “sebesar harga jual”
Modal saham biasa (K) “sebesar nilai nominal”
Agio
saham “sebesar selisih harga
jual dan nilai nominal”
2. Jurnal pada
saat pembelian kembali saham (saham treasury)
Saham Treasury (D) “sebesar harga jual
saham”
Kas (K) “sebesar harga jual saham”
3. Jurnal saat
penjualan saham treasury yang nilai jualnya sama dengan harga pokoknya
Kas (D) “sebesar harga saham
treasury”
Saham Treasury (K) “sebesar harga jual
saham treasury”
4. Jurnal saat
penjualan saham treasury yang nilai jualnya lebih rendah dari harga pokoknya
Kas (D) “sebesar harga jual saham
treasury”
Modal
disetor dari saham treasury (D)
“selisih
harga jual saham dengan saham treasury”
Saham Treasury
(K) “sebesar
nilai saham treasury penjualan sebelumnya”
5. Jurnal saat
penjualan saham treasury yang nilainya diatas harga pokok
Kas (D) “sebesar harga jual saham
treasuri”
Modal
disetor dari saham treasuri (K) “selisih harga jual saham
dengan saham treasury”
Saham treasury (K) “sebesar nilai saham treasury penjualan sebelumnya”
6. Jurnal
setelah ada kelebihan modal disetor
Kas (D) “sebesar harga jual”
Modal disetor
dari saham treasury( D )“
sebesar selisih antara harga pokok dan harga jual kembali
Laba ditahan (D) “sebesar setiap kelebihan
tambahan harga pokok atas harga jual”
Saham Treasury
(K) “sebesar nilai saham”
Contoh :
1. Ekuitas
pemegang saham Pasific Company sebelum membeli saham treasuri
Ekuitas pemegang
saham
Modal disetor
Saham biasa, nilai pari
$ 1, 10.000 lembar diterbitkan & beredar $ 100.000
Tambahan modal disetor $
900.000
Total modal
disetor $1.000.000
Laba ditahan $
300.000
Ekuitas pemegang saham $1.300.000
Pada 20 januari
2007 Pasific Compay memperoleh 10.000 lembar sahamnya pada $ 11 per saham.
Maka Jurnalnya :
Saham Treasuri $
110.000 ( 10.000 x $11 )
Kas Rp 110.000 ( 10.000 x $11 )
Karena ada
pembelian saham treasuri maka ekuitas Pasific Company berubah menjadi :
Ekuitas pemegang
saham
Modal disetor
Saham biasa,
nilai pari $1, 100.000 lembar diterbtkan & 90.000 lembar beredar $ 100.000
Tambahan modal disetor 900.000
Total modal disetor 1.000.000
Laba ditahan 300.000
Total modal disetor dan laba ditahan 1.300.000
Biaya saham treasuri ( 10.000 )
110.000
Total Ekuitas pemegang saham $ 1.190.000
2. Pasific
Company menjual 1000 lembar saham treasuri dengan harga jual sebelumnya $11 per
saham dijual dengan harga $15 per saham pada tanggal 10 Maret 2007. Maka jurnalnya
:
Kas $
15.000 ( 1000 x $15 )
Saham Treasuri $
11.000 ( 1000 x $11 )
Modal disetor dari saham treasury $ 4.000 ( $15.000 - $11.000 )
2. Pada tanggal
21 Maret 2007 Pasific Company menjual 1000 lembar saham treasury dengan harga $
8 per lembar, dengan harga jual sebelumnya $11 per saham. Maka jurnalnya :
Kas $
8000 ( 10000 x $8 )
Modal disetor
dari saham treasuri $ 3000 ( $11000
-$8000 )
Saham Treasury $11000
( $11 x 1000 )
3. Pasific
Company menjual tambahan 1000 lembar saham sehar ga $8 per lembar pada 10 April
2007. Maka :
Perhitungan modal disetor dari saham treasury :
21 Maret $3000 10 Maret $4000
Saldo $1000
Dalam kasus ini, $1000 dari
kelebihan tersebut didebet ke Modal Disetor dari saham treasuri, dan sisanya
didebet ke Laba Ditahan. Jurnalnya :
Kas $
8000 ( 1000 x $8 )
Modal disetor
dari saham treasuri $1000 ( dari
perhitungan di atas )
Laba ditahan $2000
($3000 - $1000 )
Saham Treasuri $11000
Pembatalan
atau Penarikan Saham Treasuri
Perseroan dapat
membatalkansaham treasuri yang telah diperolehnya. Saham yang dibatalkan atau
ditarik mempunyai status diotorisasi dan tidak diterbitkan. Jurnal untuk
pembatalan atau penarikan saham dengan metode biaya adalah :
a. Apabila harga saham treasury
diatas harga pokok
Modal saham biasa “sebesar jumlah saham yang
ditarik kembali”
Agio Saham “ sebesar agio saham yang ditarik kembali”
Laba ditahan “sebesar selisih modal saham, agio dan saham
treasuri”
Saham Treasury “sebesar saham treasury”
b. Apabila hargasaham treasury
lebbih rendah dari harga pokok
Modal saham biasa “sebesar nilai nominal/pari saham
yang dibatalkan”
Agio saham biasa “sebesar agio saham yg
dibatalkan”
Modal disetor dari pembatalan saham
treasuri “sebesar selisih modal saham
biasa”
Saham Treasury “sebesar saham treasuri
yg ditarik”
Contoh :
Pada 2 januari 2000 iterbitkan 100
lembar saham biasa nominal Rp 1.000 dengan harga Rp 1.200, lalu dibeli kembali
50 lembar saham dengan harga Rp 1.300 pada 2 februari 2014. Buat jurnal
pembatalan atau penarikan saham treasuri !
Jurnal :
1. Pada saat
penerbitan
Kas Rp
120.000
Modal Saham Biasa Rp 100.000( 100 x Rp
1000 )
Agio Saham Rp 20.000 ( Rp 120.000-100.000)
2. Saat
pembelian kembali 50 lembar saham :
Saham Treasury Rp 65.000 ( 50
x Rp 1300 )
Kas Rp
65.000
3. Saat
transaksi dibatalkan :
Modal saham
biasa Rp
50.000 ( 50 x Rp 1.000 )
Agio Saham Biasa Rp 10.000 (Rp
65.000 – 50.000 )
Laba Ditahan Rp 5.000 ( Rp 65.000 – 55.000 )
Saham Treasuri Rp
65.000
Pengertian Saham Preferen
Saham preferen adalah saham dengan
kelas khusus yang memiliki beberapa preferensi atau kelebihan fitur yang tidak
dimiliki oleh saham biasa. Karekteristik saham preferen adalah :
1. Preferensi
atas dividen
2. Preferensi
atas aktiva pada saat likuidasi
3. Dapat
dikonversi menjadi saham biasa
4. Dapat ditebus
pada opsi perseroan
5. Tidak
mempunyai hak suara.
Saham preferen biasanya diterbikan
dengan suatu nilai pari , dan preferensi dividen dinyatakan dsebagai suatu
presentase dari nilai pari. Jadi pemegang saham preferen * % dengan nilai pari $100 memberikan hak
dividen tahunan $8 per saham. Saham ini biasanya disebut saham preferen 8%.
Dalam kasus saham preferen tanpa nilai pari, preferensi dividen dinyatakan
sebagai jumlah dolar spesifik per saham, misalnya $7 per saham. Saham ini
umumnya disebut sebagai saham preferen $7.
Preferensi untuk dividen tidak
memastikan bahwa dividen akan dibayar, hal itu hanya merupakan jaminan bahwa
tingkat dividen yang ditetapkan atau jumlah yang dapat ditetapkan pada saham
preferen harus dibayar sebelum ada dividen yang dibayar untuk saham biasa.
Perusahaan seringkali menerbitkan
saham preferen untuk menghindari tingginya hutang terhadap ekuitas. Dalam kasus
lain perusahaan menerbitkan saham preferen melalui private placement dengan
perusahaan lain pada tingkat dividen dibawah rata-rata pasar karena perusahaan
itu akan menerima dividen yang hampir
bebas pajak.
Karakteristik
Saham Preferen
1. Saham
Preferen Kumulatif
Saham preferen kumulatif dinyatakan
bahwa jika peusahaan gagal membayar dividen dalam suatu tahun, maka harus
dibayarkan didalam tahun berikutnya sebelum laba dibagikan kepada pemegang
saham biasa.Jika direktur tidak mengumumkan dividen pada tanggal pembagian dividen
yang biasa, maka dividen ini disebut “passed” ( terlewat ). Setiap dividen yang
terlewat atas saham preferen kumulatif merupakan dividen tertunggak ( dividend
in arrears ). Karena tidak ada kewajiban yang terjadi, maka dividen tertunggak
tidak dicatat sebai kewajiban melainkan diungkapkan dalam catatan atas lapora
keuangan. Saham preferen nonkumulatif jarang diteritkan karena dividen yang
terlewat akan hilang selamanya bagi pemegang saham preferen dan akibatknya
saham tidak dapat dipasarkan.
2. Saham Preferen
Partisipasi
Pemegang saham preferen partisipasi
membagi rata kepasa pemegang saham biasa setiap laba diluar tingkat yang
ditentukan. Jadi saham preferen 5, jika berpartisipasi penuh akan menerima
tidak hanya pengembalian 5% tetapi juga dividen pada tingkat yang sama seperti
yang dibayarkan kepada peegang saham biasa jika jumlah yang melebihi 5%nilai
pari atau nilai ditetapkan dibayarkan kepada pemegang saham biasa.
3. Saham
Preferen Konvertibel
Saham preferen konvertibel
mengizinkan pemegang saham, menurut pilihannya menukar saham preferen menjadi
saham biasa pada rasio yang telah ditentukan sebelumnya.
4. Saham
Preferen yang dapat ditarik
Saham prefren yang dapat ditarik
mengizinkan perusahaan penerbit saham untuk menarik atau menebus saham preferen
yang beredar pada tanggal tertentu di masa mendatang pada harga yang telah
ditentukan.
5. Saham
Preferen yang dapat ditebus
Saham preferen yang dapat ditebus
mempunyai kewajiban huku untuk dibayar , saham ini mempunyai periode penebusan
wajib atau karakter penebusan yang tidak dapat dikontrol oleh penerbit saham.
Akuntansi dan
Pelaporan Saham Preferen
2. Jurnal pada
saat penerbitan saham preferen
Kas “
sebesar nilai jual saham preferen”
Saham preferen “sebesar
nilai pari saham preferen”
Modal disetor sebagai kelebihan
nilai pari “selisihnilai jual dengan
nilai pari”
Contoh :
Boishop Co
menerbitkan 10.000 saham preferen dengan nilai pari sebesar $10 seharga $12
persaham. Jurnalnya :
Kas 120.000
( 10.000 x 12 )
Saham preferen 100.000
( 10 x 10.000 )
Modal dosetor sebagai kelebihan
nilai pari 20.000 ( 120.000- 100.000 )
2. Utang
Obligasi yang dapat di konversi
Obligasi yang dapat dikonversi
menjadi modal saham adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan yang
memberikan hak kepada pemegangnya untuk menukarkan dengan surat-surat berharga
lainyang dikeluarkan perusahaan pada waktu tertentu setelah penerbitan.Alasan
perusahaan mengeluarkan obligasi yang dapat dikonversi :
1. Untuk
membelanjai operasi perusahaan dari modal saham dengan penerbitan saham yang
lebih sedikit dari penerbitan saham dengan cara biasa.
2. Penerbitan
dengan hak konversi memungkinkan kreditur bersedia menerima bunga obligasi
lebih rendah dibandingkan tanpa hak konversi.
Pencatatan
Akuntansi :
1. Saat
penerbitan
Metode pencatatan obligasi yang
dapat ditukarkan pada saat penerbitan sama dengan pencatatan penerbitan
obligasi yang tidak dapat ditukarkan. Diskon atau premium yang timbul saat
penerbitan obligasi diamortisasi dengan asumsi obligasi tersebut akan ditahan
oleh pemegang sampaidenan tanggal jatuh tempo, hal itu karena sangat sulit
untuk menentukan saat penukaran oleh pemegangnya.
2. Saat konversi
Jika obligasi ditukarkan dengan
surat-surat berharga lain, masalah akuntansi yang timbul adalah menentukan jumlah
yang harus dicatat untuk surat berharga penukar obligasi tersebut ( misalnya
saham ). Metode yang biasa digunakan adalah metode nilai pasar surat berharga
penukar ( saham biasa ) atau obligasi.Metode nilai pasar ini mencatat surat
berharga penukar ( saham ) yang diterbitkan pada nilai pasar saham atau
obligasi untuk mengukur harga yang akan digunakan untuk mencatat transaksi
tersebut.
Jurnal saat
konversi obligasi ke saham
Utang obligasi (D) “sebesar nilai obligasi”
Premium utang
obligasi (D) “sebesar premium yang
belum diamortisasi”
Laba/Rugi
PelunasanObligasi(D/K) “selisih
nilai pasar obligasi dengan nilai
obligasi yg dikonversi”
Modal saham biasa (K) “ sebesar nilai nominal saham”
Agio saham Biasa (K) “ selisih harga pasar dengan nilai nominal
saham”
Contoh :
PT HI
menerbitkan obligasi konversi Rp 1.000.000 dengan premium Rp 60.000 yang dapat
dirukar dengan 10 lembar saham biasa
nominal Rp 10.000 per lembar. Pada saat konversi, premium yang belum
diamortisasi Rp 50.000, nilai pasar obligasi Rp 1.200.000 dan harga pasar saham
dibursa Rp 120.000 per lembar. Buat jurnalnya pada saat konversi !
Jawab :
Jurnal pada saat
konversi :
Utang obligasi Rp
1.000.000
Premium utang
obligasii Rp 50.000
Rugi Pelunasan
Utang Obligasi Rp 150.000 ( Rp 1.200.000 – (Rp 1.000.000+ Rp 50.000)
Modal Saham biasa Rp 100.000 ( 10 x Rp 10.000 )
Agio Saham Biasa Rp
1.100.000 (
(120.000 x 10) – 100.000)
Pelunasan
obligasi yang konvertible
Jika
transaksi yang terjadi merupakan transaksi utang, maka perbedaan antara nilai
buku utang obligasi dengan kas yang dibayar dibebankan atau dikreditkan kepada
rugiatau laa pelunasan. Jika merupakan transaksi modal, maka perbedaan tersebut
di debitkan atau dikreditkan pada agio saham.
2. Saham
Preferen yang dapat di konversi
Perbedaan utama akuntansi obligasi
konversi dengan saham preferen konversi adalah karena obligasi konversi
diperlakukan sebagai transaksi utang, sedangkan saham preferen konversi
diperlakukan sebagai transaksi modal.Karena itu pada saat penukaran saham
preferen tidak ada pengakuan rugi atau laba. Apabila nilai nominal saham biasa
penukar lebih kecil dari nilai buku saham preferen, selisihnya dikreditkan ke
agio saham biasa. Apabila nilai nominal saham bisa penukar lebih besar dari
nilai buku saham preferen, selisihnya didebitkan di laba ditahan.
Contoh :
PT SE
menerbitkan 1.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 2.000 per lembar
sebagai penukar 1.000 lembar saham preferen konvertible yang memiliki nilai
nominal Rp 1.000 per lembar yang pada saat penerbitan menghasilkan agio Rp
200.000. Buatlah jurnal pada saat pertukaran !
Jawab :
Jurnal pada saat
penukaran :
Modal Saham
Preferen Konvertibel Rp
1.000.000 ( 1000 x Rp 1.000 )
Agio Saham
Preferen Rp 200.000
Laba Ditahan Rp 800.000 ( 2.000.000 – 1.200.000 )
Modal Saham Biasa Rp
2.000.000 (
1000 x Rp 2.000 )
Demikianlah materi tentang Pengertian dan contoh Saham Treasury dan Saham Preferen yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk
menyimak materi seputar Pengertian dan Perbedaan Audit Plan dan Audit Program yang telah kami posting sebelumnya. semoga materi yang kami berikan
dapat membantu menambah wawasan anda semikian dan terimah kasih.
Jangan Lupa Tinggalkan Komentar…!!!
