iklan
Cara Mudah dan Praktis Menyusun (Membuat) Laporan Arus Kas - Jika saat ini
anda mengalami kesulitan dalam menyusun atau membuat laporan arus kas, tidak
usah khawatir dan bingun, karena pada kesempatan kali ini kami akan memberikan
cara mudah dalam menyusun laporan arus kas.
Sebelum
membuatnya terlebih dahulu kita simak apa yang dimaksud dengan laporan arus
kas.
Laporan
arus kas (Inggris: cash flow statement atau statement of cash flows) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode
akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan
keluar uang (kas)
perusahaan.
Adapun manfaat Laporan Arus kas sebagai berikut:
Informasi
arus kas berguna sebagai indikator jumlah arus kas pada
masa yang akan datang, serta berguna untuk menilai kecermatan atas
taksiran arus kas yang telah dibuat sebelumnya.
Laporan
arus kas juga menjadi alat pertanggungj awaban arus kas masuk dan arus kas
keluar selama periode pelaporan.
Apabila
dikaitkan dengan laporan keuangan lainnya, laporan arus kas memberikan
informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan dalam mengevaluasi perubahan
kekayaan bersih/ekuitas dana suatu entitas pelaporan dan struktur keuangan pemerintah (termasuk likuiditas dan solvabilitas).
Cara Membuat Laporan Arus Kas
Untuk membuat Laporan Arus Kas, diperlukan sumber data sebagai berikut :
Untuk membuat Laporan Arus Kas, diperlukan sumber data sebagai berikut :
(-) Laporan Laba Rugi Tahun Berjalan (Current Book)
(-) Neraca Perbandingan Tahun Berjalan dengan Neraca tahun sebelumnya
(-) Neraca Perbandingan Tahun Berjalan dengan Neraca tahun sebelumnya
Sebagai ilustrasi,
kita akan membuat Laporan Arus Kas Tahun 2007, dan berikut adalah contoh
Laporan Laba Rugi Tahun 2007.
Catatan : dari contoh
Laporan Laba Rugi di atas, dapat kita lihat, perusahaan dalam keadaan merugi
sebesar $ 163,418.
Proses berikutnya
adalah membandingkan antara Neraca tahun sebelumnya (2006) dengan Neraca Tahun
Berjalan (2007), tujuannya adalah guna memperoleh data aktivitas keuangan
perusahaan pada tahun 2007. Maka kita akan memperoleh bentuk laporan seperti
dibawah ini :
Perhatikan kolom terakhir “NET CHANGE” (anda
bisa menggantinya dengan nama kolom lain, misalnya : “NET ACTIVITIES”
atau lainnya, yang penting artinya sama)
Ini adalah aktivitas yang terjadi dari 01 Januari
sampai dengan 31 Desember 2007, diperoleh dengan cara mengurangkan kolom “YEAR
2007” dengan “YEAR 2006” :
(a). Pada kelompok “ASSET” (Aktiva) :
Jika angka yang dihasilkan pada kolom
ini bertanda positive, artinya : terjadi pengeluaran kas. Misalnya : pada
“Employee Cash Advance” , net change-nya adalah $ 37,402 artinya untuk cash
advance perusahaan mengeluarkan kas sebesar $37,402.
Sebaliknya jika angka pada kolom ini bertanda negative, artinya : terjadi penerimaan kas. Misalnya : pada “Account Receivable” net change-nya adalah ($ 25,906), artinya telah terjadi realisasi kas masuk sebesar $ 25,906 sebagai hasil dari penerimaan pelunasan piutang (receivable).
(b). Pada Kelompok “LIABILITIES” dan “EQUITY”
(Passiva) :
Jika angka yang
dihasilkan pada kolom ini bertanda positif, artinya : telah terjadi realisasi
kas masuk, demikian sebaliknya.
Dengan adanya “Laporan
Laba/Rugi” dan “Neraca Perbandingan” yang telah dilengkapi dengan kolom NET
CHANGE seperti diatas, maka kita sudah siap untuk menyusun Laporan Arus Kas.
Seperti telah
disebutkan bahwa, Laporan Arus Kas terdiri dari :
A. Arus Kas dari Aktifitas Operasi (Operating
Activities)
Sumber data berasal
dari “Laporan Laba Rugi Tahun 2007”, pada contoh di atas, dari hasil operasi
perusahaan selama tahun 2007, perusahaan mengalami kerugian sebesar $ 163,418,
sehingga angkanya bertanda negative (Jika perusahaan memperoleh laba, maka
tandanya akan positive). Laba/rugi dikurangi dengan Cost/Expense non cash
(depreciation & amortization). Kebetulan dalam contoh di atas, non cash
expense/cost hanya depreciation dan amortization saja. Dalam kasus lain,
mungkin saja ada selisih keuntunga/kerugian kurs, jika ada maka itu harus di
eliminasi juga. Maka akan diperoleh Arus kas dari aktifitas operasi.
B. Arus Kas dari Aktifitas Investasi (Investing
Activities)
Pindahkan angka dari
kolom “NET CHANGE” pada Neraca Perbandingan dari kelompok Asset (kecuali
rekening kas tidak diikutkan), ke dalam kelompok ini. Angka bertanda positive
diubah menjadi negative, begitu juga sebaliknya. Jumlahkan semua angka (bisa
menggunakan formula “=sum(…….)” seperti yang saya lakukan). Maka akan diperoleh
Arus Kas dari Aktifitas Investasi.
C. Arus Kas dari Aktifitas Pendanaan (Financing
Activities)
Pindahkan angka dari
kolom “NET CHANGE” pada Neraca Perbandingan dari kelompok Liabilities &
Equity ke dalam kelompok ini. Angka bertanda positive biarkan tetap positive
dan yang bertanda negative biarkan tetap negative. Lalu Jumlahkan. Maka akan
diperoleh Arus Kas dari Aktifitas Pendanaan.
D. Total Aktifitas Kas (Total Cash Activities)
Diperoleh dengan
menjumlahkan angka total dari masing-masing kelompok A, B & C di atas.
E. Saldo Awal Kas (Cash Beginning Balance)
Saldo Awal Kas (Cash
Beginning Balance) diambil dari Neraca Tahun 2006
F. Saldo Kas yang Seharusnya (Expected Cash Ending
Balance)
Diperoleh dengan
menjumlahkan Total Aktivitas Kas dengan Saldo Awal Kas
G. Saldo Akhir Kenyataannya (Actual Cash Ending
Balance)
Diambil dari Kas pada
Neraca Tahun 2007
H. Selisih (Variance)
Lakukanlah pengujian
akhir dengan membandingkan antara Expected Cash Ending Balance dengan Actual Cash
Ending Balance, jika variance-nya 0 (nol), maka laporan arus kas telah sesuai.
Jika semua langkah di
atas telah selesai dibuat, maka hasilnya akan nampak seperti dibawah ini :
Demikianlah Cara Mudah dan Praktis Menyusun (Membuat) Laporan Arus Kas yang sempat kami berikan, cara diatas di buat oleh Tintin Trismayanti yang di upload di academia.
sumber : https://www.academia.edu/9946914/CARA_MEMBUAT_LAPORAN_ARUS_KAS


