iklan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
kata efektif mempunyai arti efek, pengaruh,akibat atau dapat membawa hasil.
Jadi, efektivitas adalah keaktifan, daya guna, adanya kesesuaian dalam suatu
kegiatan orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang dituju. Efektivitas
pada dasarnya menunjukkan pada taraf tercapainya hasil, sering atau senantiasa
dikaitkan dengan pengertian efisien, meskipun sebenarnya ada perbedaan diantara
keduanya. Efektivitas menekankan pada hasil yang dicapai, sedangkan efisiensi
lebih melihat pada bagaiman cara mencapai hasil yang dicapai itu dengan
membandingkan antara input dan outputnya (Siagaan, 2001: 24).
1. Pengertian
Efektivitas
Suatu kegiatan perusahaan,
menghasilkan informasi yang akan memberikan manfaat kepada para pemakainya
apabila kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ditentukan.
Pengendalian Intern Kas akan menghasilkan informasi yang berguna bagi para
pemakainya apabila pengendalian intern tersebut sudah efektif.
Pengertian efektivitas
dalam kamus yang berjudul “Kamus Besar
Akuntansi”, bahwa efektivitas diartikan sebagai berikut:
“Effectiveness (efektivitas): tingkat
dimana kinerja yang sesungguhnya (aktual) sebanding dengan kinerja yang
ditargetkan.” (Ardiyos, 2001:360)
Dari definisi diatas
dikatakan bahwa efektivitas adalah sesuatu yang tepat waktu, dilaksanakan
dengan benar dan konsisten terhadap cara yang dipakai. Jadi efektivitas itu lebih
mengacu kapada keberhasilan dari tujuan yang ingin dicapai. Suatu unit akan
dikatakan efektif apabila tujuannya telah tercapai.
2. Pengertian
Keandalan
Agar
bermanfaat bagi para pemakainya suatu informasi harus andal. Suatu informasi
yang terjaga keandalannya akan membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat
dan tidak menyesatkan.
Berdasarkan
“Kamus Besar Akuntansi”, yang
dimaksud keandalan, yaitu:
“Reliability: Dalam
pemeriksaan, menunjukkan kepercayaan atau keyakinan bahwa catatan-catatan
keuangan telah dipersiapkan dengan tepat dan bahwa prosedur-prosedur akuntansi
serta control internalnya berfungsi dengan baik.” (Ardiyos, 2001:788)
Dari
pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud keandalan bukan hanya
untuk informasi keuangan, untuk pengendalian intern akan disebut andal apabila
pengendalian intern tersebut dilaksanakan dengan baik sesuai dengan fungsinya
dan mengikuti aturan dan peraturan yang berlaku.
3. Pengendalian
Intern
Untuk menjaga aktiva, memastikan akurasi, kejujuran dan
efisiensi penanganan sumber-sumber daya dan pencatatan transaksi-transaksinya
setiap perusahaan harus mempunyai sistem pengendalian intern. Pengendalian
intern tidak menghilangkan kekeliruan, kesalahan dan kecurangan-kecurangan yang
terjadi pada perusahaan, tapi pengendalian intern dimaksudkan untuk dapat
mengetahui kasalahan dengan cepat dan segera menanganinya, menekan serendah
mungkin masalah-masalah tersebut.
4. Kas
Informasi yang akurat
mengenai kas sangat penting karena dalam setiap transaksi/kegiatan perusahaan
sebagian besar berawal dan berakhir pada perkiraan kas. Oleh karena itu konsep
mengenai kas harus benar-benar dipahami.
Pengertian kas harus
benar-benar dipahami untuk membedakan mana yang termasuk kas dan setara kas
atau bukan. Hal ini sangat penting supaya transaksi yang bukan kas tidak
dimasukan kedalam perkiraan kas ataupun sebaliknya.
Setara kas dimiliki untuk
memenuhi komitmen kas jangka pendek bukan untuk investasi atau tujuan lain.
Untuk memenuhi persyaratan setara kas, investasi harus segera dapat diubah
menjadi kas dalam jumlah yang telah diketahui tanpa menghadapi risiko perubahan
nilai yang signifikan. Karenanya suatu investasi baru dapat memenuhi syarat
sebagai setara kas hanya jika segera akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan
atau kurang dari tanggal perolehannya.
5. Kewajaran
Penyajian Laporan Arus Kas
Agar dapat digunakan
dengan baik suatu informasi harus disajikan dengan wajar. Oleh karena suatu
informasi akan membantu para pemakainya dalam mengambil kebijakan manajemen.
Laporan arus kas merupakan
salah satu laporan keuangan pokok, disamping neraca dan laporan laba rugi. Jadi
untuk pelaporan kepada pihak di luar perusahaan, laporan ini wajib dibuat.
Berdasarkan buku “Standar Akuntansi Keuangan”, yang
dimaksud arus kas adalah: “Arus kas
adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas.”(IAI, 2004:2.2)
Hubungan Efektivitas Keandalan
Pengendalian Intern Kas Terhadap Kewajaran Penyajian Laporan Arus Kas
Mengingat
keberadaan kas pada perusahaan sangat vital sebagai sumber pembiayaan operasi
normal perusahaan, maka perusahaan perlu melakukan pengendalian intern.
Pengendalian intern memiliki keterbatasan bawaaan yang telah dibahas
sebelumnya. Maka diperlukan suatu pengendalian intern kas yang efektif dan dapat
diandalkan, yang dimaksud efektif dan dapat diandalkan adalah pengendalian
intern dilaksanakan dengan baik sehingga tujuannya dapat tercapai.
Perhatian
utama dalam menilai efektivitas keandalan pengendalian kas yaitu pada tujuan
pengendalian intern kas yang ingin dicapai oleh perusahaan dengan menggunakan
kuesioner. Lalu dari penilaian tersebut bisa mengidentifikasikan pegendalian
intern kas dapat diandalkan dan efektif.
Kebanyakan
prosedur yang berkaitan dengan pengendalian mempengaruhi lebih dari satu tujuan
transaksi kas. Setelah menetapkan risiko pengendalikan juga perlu melakukan
pengujian atas pengendalian (test of control)
untuk menjamin bahwa pengendalian telah dilaksanakan dengan efektif.
Tahap selanjutnya yaitu melakukan pengujian
atas laporan arus kas, sehingga laporan arus kas dapat disajikan secara wajar
sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan kebijakan
akuntansi perusahaan.
Dengan
melaksanakan pengendalian internal dengan baik, perusahaan dapat memiliki
keyakinan yang lebih besar bahwa laporan keuangannya akan tersaji dengan wajar.
Demikianlah
ulasan kami semoga bermanfaat buat kita semua, Aminnn,….
